KELUARGA Taruna Akpol Lemas Anak-anaknya Dituntut 3 Tahun Penjara di PN Semarang

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sidang 14 terdakwa taruna Akpol di Pengadilan Negeri Semarang, yang mengagendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berjalan lancar, Kamis (2/11).

Sidang dibagi tiga berkas dan ruangan berbeda. Berkas pertama atas nama terdakwa Rinox Lewi Wattimena, berkas kedua ada terdakwa bernama Christian Atmadibrata Sermumes, Martinus Bentanone, Gibrail Chartens Manorek, dan Gilbert Jordu Nahumury.

Lalu, pada berkas ketiga ada sembilan terdakwa atas nama Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka, Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto.

Sedangkan jalannya sidang mendapat pengawalan anggota kepolisian bersenjata. Sama seperti sebelumnya, para penonton pun cukup banyak menyaksikan proses persidangan. Selain wartawan juga warga sipil.

Empat orang terdakwa taruna Akpol tingkat III yang tersandung kasus penganiayaan menyebabkan kematian taruna tingkat II Brigdatar Muhamad Adam hanya menunduk saat mendengar tuntutan jaksa.

Keluarga keempat terdakwa terlihat lemas setelah mendengar tuntutan yang dibacakan oleh jaksa. Seusai sidang mereka tampak memeluk erat keempat terdakwa tersebut.

Berkas tuntutan dibacakan bergantian oleh JPU Slamet Margono, dan Nur Azizah. Selain itu keempat terdakwa yang disidangkan yaitu Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Chartens Manorek, Martinus Bentanone, dan Gilbert Jordi Nahumury.

JPU berpendapat keempat terdakwa tersebut telah memenuhi empat unsur yakni barang siapa, terang-terangan, dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang, dan kekerasan yang dilakukan menyebabkan luka-luka.

“Berdasarkan uraian-uraian pembuktian yang didukung dengan adanya keterangan saksi ahli, surat petunjuk, dan keterangan masing-masing terdakwa serta adanya barang bukti yang diajukan ke depan persidangan maka dakwaan pertama pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dan kedua melanggar pasal 170 ayat 3 ke 1 KUHP telah terpenuhi dan terbukti,” papar jaksa.

Jaksa menuturkan kepada masing-masing terdakwa dinyatakan bersalah dan harus dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yakni penganiayaan mengakibatkan maut dan luka-luka. Perbuatan terdakwa tercantum dalam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dan pasal 170 ayat 3 ke 1 KUHP.

 

Sumber: Tribunnews.com

Fillsky – rifanfinancindo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s