POLISI DITEMUKAN PINGSAN DI GAMBIR, PENAKLUK WANNACRY DIBEKUK

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Seorang anggota kepolisian, Brigadir Slamet, ditemukan dalam kondisi luka memar di kepala di wilayah Gambir, Jakarta Pusat. Slamet diduga menjadi korban pengeroyokan. 

“Masih dalam penyelidikan (dugaan pengeroyokan), karena anggota itu ditemukan dalam kondisi pingsan,” kata Wakapolres Jakpus AKBP Asep Guntur saat dihubungi detikcom, Senin (7/8/2017).

Slamet ditemukan di wilayah Jalan Hayam Wuruk, Gambir, Minggu (6/8). Slamet yang dalam kondisi tidak sadarkan diri lalu dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan.

“Dugaan dikeroyok, sementara ini ingatannya dikeroyok,” ujarnya.

Asep belum menjelaskan bagaimana kronologi kejadian itu. Sebab, Brigadir Selamat belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat.

“Kemarin itu belum bisa ditanya lebih jauh, karena dia masih kesakitan,” tuturnya. 

Marcus Hutchins jadi sorotan setelah berhasil menjinakkan ransomware WannaCry pada Mei lalu. Kini ia menjadi pesakitan setelah ditangkap FBI dengan tuduhan berperan mengembangkan malware berbahaya bernama Kronos.

Pemuda asal Inggris berusia 23 tahun itu jelas sosok yang pintar walau kadang badung di masa lalunya. Marcus yang bekerja jarak jauh untuk perusahaan sekuriti Amerika Serikat, Kryptos Logic, masih tinggal di rumah orang tuanya di selatan Inggris bersama saudara lelakinya. ]

Ia bekerja dari kamarnya yang kecil. Di situ pula ia berhasil menjinakkan WannaCry dan menjadi pahlawan karena menyelamatkan jutaan komputer dari serangan.

“Dalam tiga hari aku menatap komputer untuk menyelesaikan semua ini. Aku bukan pahlawan. Aku hanya seseorang yang mencoba menghentikan virus,” tuturnya ketika itu.

Marcus belajar soal sekuriti dan juga blog secara otodidak dan langsung diterima kerja oleh Kryptos Logic meski tidak lulus universitas, hanya menyelesaikan pendidikan setingkat SMA. Dia mengaku memang tak begitu gemar bersekolah.

“Ujianku tidak bagus. Aku tak begitu suka sekolah, aku menghindari pelajaran dan memilih belajar komputer. Aku tidak masuk universitas karena ada kesalahan di nilaiku,” sebutnya.

Kepala sekolahnya dulu, Sharon Marshall, mengingat dengan jelas kalau Marcus memang pintar komputer. “Dia gemar dua hal, komputer dan berselancar,”

Berkat prestasinya menaklukkan WannaCry, Marcus pun jadi tenar. Ribuan email masuk tiap hari menawari pekerjaan dan banyak media ingin mewawancarainya. Sedangkan Kryptos Logic menghadiahinya cuti dan perjalanan ke San Francisco.

“Aku sampai memanjat pagar di belakang rumah untuk menghindari para jurnalis di depan rumah,” tuturnya.

Kini Marcus sedang menjalani proses pengadilan setelah ditangkap FBI di bandara Las Vegas. Banyak temannya tidak percaya ia adalah penjahat, mengingat ia dikenal peneliti virus dan selalu baik pada orang-orang dekatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s