DITEMUKAN ANAK PEREMPUAN LINGLUNG DI BOJONEGORO, JEMPOL PEMBAWA PETAKA

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Aparat Polres Bojonegoro, Jawa Timur, mengamankan perempuan diduga asal Semarang, Jumat (21/7/2017) siang.

Ciri-ciri remaja perempuan yang berada dalam kondisi linglung itu memakai jaket oranye gambar Mickey Mouse, celana merah muda, kulit sawo matang, dan potongan rambut pendek.

Perempuan itu tak memiliki atau membawa identitas.

“Benar, tadi ada perempuan yang kami amankan,” kata petugas piket Polres Bojonegoro, Aiptu Siswanto melalui telepon.

Berdasar penggalian data kepolisian, dia mengaku bernama Aurel berusia 16 tahun.

Nama ayah Slamet, seorang pengayuh becak.

Adapun nama ibu Nafsiah, buruh masak.

Beralamatkan di Sambiroto, Genuk, Kaligawe, Semarang Utara.

Sekilas alamat ini memang membingungkan karena satu daerah dengan lainnya di Semarang ini tidak sewilayah.

Kelurahan Sambiroto terletak di Kecamatan Tembalang, sedangkan Genuk kecamatan tersendiri.

Ada pula Kelurahan Genuksari di Genuk.

Adapun Kaligawe nama kelurahan di Kecamatan Gayamsari.

Semarang Utara kecamatan tersendiri.

Namun, itulah data yang dicatat polisi berdasarkan keterangan yang bersangkutan.

Sayang, Siswanto tak tahu menahu kisah perempuan itu ditemukan.

“Saya piket malam, yang tahu pasti petugas piket siang,” imbuhnya.

Remaja perempuan ini sekarang berada kantor Dinas Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A) dan KB Kabupaten Bojonegoro.

Tiga pemuda terlibat baku hantam di tengah jalan, kawasan Jalan Pemuda, Jumat (21/7/2017) dini hari.

Mereka saling memukul seketika turun dari sepeda motor.

Ada dua unit sepeda motor, Yamaha Mio dan Honda CB.

Motor Yamaha Mio ditumpangi tiga orang. Dua pria dan satu perempuan. Sedangkan motor Honda CB, ditumpangi dua pria.

Para pemotor itu sama-sama melaju dari arah Kota Lama-Tugu Muda.

Kejadian itu diketahui sejumlah personel Tim Elang Polrestabes Semarang yang kebetulan melintas.

Semula, para personel Elang menduga aksi itu adalah pembegalan.

“Begal itu, begal, beri tembakan peringatan,” teriak personel Elang, Aiptu Aris.

Suara letusan senapan pun terdengar sekali.

Begitu nyaring di telinga.

Tembakan peringatan itu rupanya tak dihiraukan para pemuda itu.

Mereka tetap baku hantam.

Para personel Elang pun berlarian menghampiri, kemudian melerai aksi itu.

“Mereka mengatai kami Asu. Siapa yang terima digitukan? Ya kami lawan,” kata Tri Bowo, pemotor Honda CB, usai dilerai personel Elang.

Tri menceritakan, dia dan Catur (pengendara Honda CB) sedang melintas di dekat SPBU Pemuda.

“Lalu kami berpapasan dengan mereka (para pengendara Yamaha Mio). Saya acungi jempol. Mereka malah misuh,” beber Tri.

Tak terima dengan respon negatif itu, Tri dan Catur menghentikan laju tiga orang yang mengendarai Yamaha Mio, di tengah jalan. Perkelahian pun terjadi.

Pengendara Yamaha Mio, Muji dan Agus mengatakan tidak suka diacungi jempol.

“Jempol tandanya mengejek,” ujar Muji.

Dua pihak sama-sama terpengaruh minuman keras.

Para personel Elang pun mendamaikan, serta menghukum kedua pihak pemuda itu.

“Sekarang push-up 100 kali, cepat,” tegas Katim Elang 2, Iptu Utomo.

Usai push-up, para pemuda itu wajib berjabat tangan dan berpelukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s