PETUGAS SPBU TEWAS KARENA MENGHIRUP BAU PERTAMAX, PEMBUNUH ITALIA MENYERAHKAN DIRI

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG, Suasana duka menyelimuti kediaman Eka Lana Sudarmawan atau akrab disapa Wawan di RT 3 Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (10/7/2017) siang.

Keluarga seolah masih tidak percaya ditinggal pergi Wawan secara mendadak.

Wawan yang semula terlihat sehat oleh keluarganya dan bertolak kerja ke sebuah SPBU di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Minggu (9/7/2017) pagi, tiba-tiba ambruk dan meninggal dunia di tempat kerjanya.

Informasi diperoleh, pemuda berusia 21 tahun yang menjadi petugas kebersihan atau cleaning service tersebut semula membersihkan lubang atau ventilasi tangki BBM di tempat kerjanya.

Dia kemudian melanjutkan pekerjaannya membersihkan lubang ventilasi tangki penyimpanan bawah tanah Pertamax.

Namun belum selesai ia menunaikan pekerjaannya tersebut, tiba-tiba Wawan ditemukan para rekannya ambruk. Napas Wawan juga sempat tersengal-sengal, sebelum akhirnya, tak lagi sadarkan.

Rekan kerjanya yang mendapati hal itu, langsung bergegas membawa Wawan menuju Puskemas Sungaitabuk. Tapi, sampai di puskesmas, Wawan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Dugaan sih, katanya lantaran terhirup bau pekat Pertamax,” ujar Meneng, seorang warga Gambut.

Saat dikonfirmasi terkait meninggalnya seorang petugas di SPBU, Kapolsek Gambut AKP Sakun membenarkannya.

Menurut dia, tak ada tanda-tanda kekerasan atau pun lawan korban saat melakukan visum serta olah tempat kejadian perkara di SPBU kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kelurahan Gambut tersebut.

Dugaan sementara, penyebab meninggal dunia tersebut lantaran korban menghirup bau menyengat dari Pertamax.

“Betul, namun lantaran atas permintaan pihak keluarga yang menolak dilakukan autopsi, kini korban pun sudah dibawa pulang dan dimakamkan keluarganya,” ungkapnya.

Salah satu rekan penembak Italia Chandra Kirana Putri (22) menyerahkan diri ke polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudi Harianto Adi Nugroho mengatakan, pelaku menyerahkan diri lantaran takut akan ditindak tegas oleh polisi jika masih melarikan diri.

“Pelaku takut lantaran statement kami di media yang akan menindak tegas pelaku jika tidak segera menyerahkan diri,” ujar Rudi kepada Kompas.com, Selasa (11/7/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun, pelaku yang menyerahkan diri adalah MAN. MAN adalah pelaku yang mengendarai motor ketika upaya perampokan itu terekam kamera CCTV.

Polisi sebelumnya telah menangkap Saiful, eksekutor penembakan terhadap Italia. Saiful tewas ditembak polisi saat ditangkap di Lampung Selatan pada Minggu (9/7/2017) siang.

Italia ditembak pelaku curanmor yang dipergokinya saat beraksi di rumahnya di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6/2017). Italia adalah koas dokter gigi yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

Dia sempat melawan kedua pelaku menggunakan sapu. Setelah satu kali melempar sapu, Italia mencoba melempari lagi pelaku. Namun, Saiful mengeluarkan senjata api dan langsung menembak Italia. Saiful dan MAN kemudian melarikan diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s