KELILING DUNIA KARENA ESTIMASI HIDUP TINGGAL 5 TAHUN, TRAVELER SINGLE DITOLAK HOTEL

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Apa yang akan kamu lakukan jika hanya bisa hidup 3 sampai 5 tahun lagi? Putus asa atau menggunakan sisa waktu sebaik mungkin untuk traveling keliling dunia.

Ron Fleweet (56) menderita Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF) atau radang paru-paru yang menyebabkan kesulitan dalam bernafas pada tahun 2014. Lebih sedihnya lagi dia diagnosis hanya bisa bertahan hidup hanya 3 sampai 5 tahun lagi.

Hal ini tidak membuat ayah dua anak ini putus asa. Bersama dengan istrinya Maxine (56), mereka membuat daftar tempat-tempat yang ingin dia kunjungi sebelum meninggal.

Ron telah menghabiskan uang sekitar 20.000 Poundsterling (Rp 345,8 juta) untuk tiket ke 33 negara, pulau, termasuk Karibia, Maroko, dan Uni Emirat Arab yang mereka kunjungi dalam waktu 17 bulan.

Diberitakan The Sun, perjalanan mereka dimulai pada bulan Desember 2015. Dengan kapal pesiar mereka belayar ke Maroko, Menorca, Madeira dan Med, termasuk Gran Canaria, Lanzarote, Tenerife dan Las Palmas.

Pada bulan April 2016 mereka terbang ke Karibian dan mengunjungi Barbados, St Marteen, British Virgin Islands, St Kitts, Antigua dan St Vincent, sebelum berlayar mengelilingi Italia, Sisilia, Korsika dan Yunani pada bulan Oktober 2016. Pada bulan Januari tahun ini, pasangan ini pergi ke Dubai, Oman, Abu Dhabi dan Qatar menggunakan kapal pesiar.

Namun seperti ditulis Daily Mail, perjalanan mereka terganggu karena seorang spesialis memperingatkan pasangan ini, untuk mengurangi aktivitas mereka karena dalam setahun kapasitas paru-paru Ron bisa turun drastis. Jika hal ini terjadi, Ron harus ditempatkan pada daftar transplantasi, yang berarti dia tidak akan mampu Untuk bepergian kemana saja.

Karena kondisi ini, pada awal Maret mereka pun menghabiskan lima hari di New York, mengikuti pertunjukan di Broadway, melihat Patung Liberty dan tempat-tempat wisata lainnya.

Sepertinya pasangan ini tidak mau membuang-buang waktu, mereka melanjutkan perjalan ke Okham. Mereka juga berkunjung ke Rutland. Beberapa hari kemudian mereka berangkat dengan kapal pesiar melalui Terusan Suez, membawa mereka ke Yordania, Yunani, Mallorca, Gibraltar dan Spanyol. Keren!

Walau bermasalah dengan pernafasan, tidak menghalangi pasangan ini untuk bersepeda di Skotlandia. Dengan semangat membara, mereka melanjutkan perjalanan ke Snowdonia dan Wales pada pertengahan Juni. Pada hari Kamis tanggal 28 Juni, Ron berangkat ke Lisbon dan Brussels.

Pada bulan Juli mereka akan berlayar dari Southampton ke teluk Norwegia. Berhenti di Islandia dan kembali ke Dublin, sebelum kembali ke pelabuhan Hampshire.

Nanti di bulan September, mereka akan terbang ke Vancouver, dan melakukan perjalanan ke Alaska dan gletser, Victoria di Kanada dan ke Astoria di Oregon. Sementara pada bulan November mereka akan belayar ke Gran Canaria dan Tanjung Verde, kemudian menyeberang ke Barbados sebelum mereka mengambil Bonaire, Curacao, Aruba, Terusan Panama, Kolombia dan Jamaika.

Sehat atau sakit adalah ujian dari Tuhan. Tapi merasa bahagia, adalah pilihan kita sendiri.

Status hubungan single sejatinya tidak menjadi masalah. Namun gara-gara itu, traveler wanita ini malah mendapat diskriminasi saat memesan hotel di India.

Kejadian tidak menyenangkan itu pun dialami oleh Nupur Saraswat, seorang traveler keturunan India yang tinggal di Singapura. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Senin (3/7/2017) Nupur diketahui ditolak oleh pihak hotel sekali pun telah melakukan reservasi seperti diberitakan Daily Mail.

Sebelumnya, Nupur memang berencana untuk traveling ke Hyderabad di India. Layaknya traveler pada umumnya, Nupur sudah lebih dulu melakukan reservasi online di salah satu akomodasi yang diketahui bernama Hotel Deccan Erragadda.

Namun setibanya di sana, Nupur malah ditolak oleh pihak hotel untuk menginap. Alasannya pun sangat sederhana, hanya karena status Nupur yang single. Kesal, Nupur pun sempat protes dan menuliskan pengalamannya lewat laman Facebook pribadinya.

“Mungkin mereka mengira saya lebih aman di jalanan ketimbang di hotel,” curhat Nupur.

Menurut pihak manajer hotel, hal itu pun disebut sebagai kebijakan setempat. Dijelaskan, bahwa orang lokal dan pasangan yang belum menikah tidak diizinkan menginap. Hal itu juga berlaku pada wanita yang single.

Namun beruntung, perusahaan booking hotel online Goibibo tempat Nupur melakukan reservasi mau bertanggung jawab dan mengembalikan uang Nupur secara utuh. Tidak hanya itu, Nupur juga mendapat upgrade di hotel yang lebih baik tanpa tambahan biaya.

Tidak hanya itu, pihak Goibibo juga mencoret nama hotel yang melakukan diskriminasi tersebut. Hal itu pun diungkapkan oleh CEO Goibibo, Ashish Kashyap.

“Sebagai sebuah wadah kami tidak setuju dengan aturan no single women ini, setidaknya sampai pemerintah setempat meminta kami untuk mengikuti,” ujar Ashish pada media The Independent.

Sekali pun telah mendapatkan upgrade dan tanggapan positif dari pihak Goibibo, Nupur pun belum berpuas diri. Ditambahkan oleh Nupur, ia ingin agar semua orang tahu bahwa kejadian serupa masih terjadi di masyarakat.

“Kesimpulannya, hotel itu telah dicoret dari daftar, tapi itu bukan hal yang saya inginkan. Saya tidak ingin mengganggu bisnis lokal, saya ingin agar website juga memperhitungkan bahwa hal itu bisa terjadi di lingkungan kita,” ujar Nupur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s