MOTOGP JERMAN, ROSSI DI POSISI 5 MARQUES POLE POSITION

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Marc Marquez memang menargetkan kemenangan di MotoGP Jerman. Target itu terpenuhi dan kini rider Repsol Honda tersebut memimpin klasemen kejuaraan dunia.

Marquez tampil sebagai juara di sirkuit Sachsenring, Minggu (2/7/2017) malam WIB. Balapan bisa dibilang berjalan nyaman untuknya karena minim serangan dari pebalap lainnya.

Selepas start, Marquez mempertahankan posisi terdepan dan sempat dilewati rider Monster Yamaha Tech3 Jonas Folger di putaran keenam. Tapi kemudian Folger melakukan kesalahan-kesalahan dan membuka jalan untuk Marquez kembali ke posisi terdepan.

Folger jadi satu-satunya pebalap yang bisa menguntit Marquez, tapi pada akhirnya gagal menantang juara dunia MotoGP tiga kali itu. Marquez pun memetik kemenangan keduanya di musim ini, memimpin klasemen dengan nilai 129.

Hasil ini membuatnya optimistis menatap paruh kedua musim. Kini para pebalap akan menjalani jeda sebulan sebelum balapan berikutnya di Brno, Republik Ceko, yang kebetulan jadi lokasi tes Honda akhir bulan ini.

“Di Assen (seri sebelumnya) itu targetnya berbeda, untuk mencoba finis di podium. Dan mungkin di Assen kalau mengambil lebih banyak risiko kami mampu bersaing untuk kemenangan, tapi di sana ada terlalu banyak risiko,” kata Marquez dikutip Crash.

“Di sini targetnya adalah mencoba menang. Kami tahu bahwa kami akan sampai di Brno, kami punya tes di sana, jadi kami akan mencoba untuk kembali lagi di podium.”

“Kami tahu bahwa di Austria (setelah Ceko) mungkin akan lebih kesulitan. Tapi kejuaraan ini sangat panjang dan juga bisa jadi ada hujan, tapi kami juga sangat cepat tahun ini dan merasa dalam kondisi bagus dan ini penting,” imbuh pebalap 24 tahun ini.

Meski memimpin klasemen, Marquez sadar posisinya jauh dari kata aman. Musim ini balapan sudah amat sulit ditebak dari seri ke seri dan dia hanya unggul lima angka dari pebalap Movistar Yamaha Maverick Vinales.

Satu hal yang membuat Marquez percaya diri adalah RC213V tak pernah jauh-jauh dari pebalap terdepan di situasi yang sulit sekalipun. Posisi terburuknya sejauh ini adalah posisi enam di Italia.

“Hal terpentingnya bagi saya adalah di semua kondisi kami selalu ada di persaingan dan levelnya tak pernah turun jauh. Jadi ini yang paling penting dan menyenangkan bisa menuju liburan dengan memimpin klasemen. Cuma lima poin sih, tapi lebih baik lima poin memimpin daripada ketinggalan,” tandasnya

Dani Pedrosa mengawali balapan MotoGP Jerman cukup baik. Tapi isu daya cengkeram membuatnya harus merelakan pertarungan di grup terdepan.

Pedrosa langsung naik ke posisi dua selepas start di sirkuit Sachsenring, Minggu (2/7/2017) malam WIB. Rider Repsol Honda itu sempat menguntit rekan setimnya, Marc Marquez, di empat putaran awal sebelum kemudian dilewati Jonas Folger.

Pedrosa mulanya sempat mampu mengimbangi laju Marquez dan Folger, tapi pada prosesnya gagal mempertahankan jarak. Pembesut motor nomor 26 ini pada akhirnya tak menjalani pertarungan apapun, karena tertinggal jauh dari grup terdepan dan unggul cukup jauh dari grup di belakangnya.

Pebalap 31 tahun itu mengaku mengalami masalah dengan daya cengkeram. RC213V miliknya banyak mengalami selip sehingga kehilangan banyak waktu dan harus menerima posisi tiga.

“Saya sangat senang dengan startnya, saya memulai dengan baik dan bahkan timing di startnya sebenarnya tak terlalu bagus, tapi laju saya setelahnya bagus. Jadi saya bisa memulihkan posisi dengan Petrucci dan merebut posisi dua di tikungan pertama,” kata Pedrosa dikutip Crash.

“Kemudian dua putaran pertama sangatlah bagus dan saya tepat di belakang Marc dan merasa nyaman. Mungkin di lap keempat, saya tak ingin kapan, Jonas melewati saya dan saya berkata ‘Hah?’ Jadi kemudian saya bilang ‘Oke, tak perlu khawatir’ dan saya tetap di belakang mereka, mencoba mengikuti.”

“Saya mencoba melihat di mana Folger lebih cepat, tapi saya bisa merasakan tiba-tiba saya mengalami banyak selip. Dari daya cengkeram yang amat bagus ke tidak terlalu mencengkeram. Jadi saya berpikir ini adalah balapan yang panjang dan bahkan di lintasan ini dengan isu spin, normalnya Anda mampu punya waktu yang bagus.”

“Tapi tiap lapnya saya kehilangan waktu lebih banyak dibanding mereka, karena mereka sangat cepat. Saya tak bisa melaju lebih cepat seperti di latihan jadi saya paham di titik ini saya harus menerima posisi ini,” ujarnya.

Marc Marquez mengira bakal bisa melesat selepas start dan fokus menghemat ban di MotoGP Jerman. Tapi Jonas Folger memaksanya tancap gas sepanjang balapan.

Memulai balapan posisi terdepan di sirkuit Sachsenring, Minggu (2/7/2017) malam WIB, Marc Marquez mampu mempertahankan posisi selepas start. Dia sempat ditempel Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo di dua putaran pertama.

Tapi kemudian Lorenzo tercecer dan dilewati Jonas Folger. Folger yang tampil impresif lantas melewati Pedrosa juga dan merebut posisi dua.

Folger malah kemudian jadi satu-satunya pebalap yang bisa menguntit Marquez di posisi terdepan, dengan Pedrosa kehilangan kecepatan.

Di hadapan pendukungnya sendiri, Folger mengejutkan dengan sempat memimpin sejak putaran keenam. Meski pada akhirnya kembali ke posisi dua di lap ke-11, Folger tak pernah jauh dari Marquez.

Berbekal laju bagusnya, Folger sempat berencana menyerang Marquez di lap-lap akhir tapi gagal karena melakukan sejumlah kesalahan. Tapi setidaknya dia sudah membuat Marquez tak bisa bersantai sedikitpun sepanjang balapan.

“Dalam benak saya, saya pikir rekan setim saya bakal jadi pesaing utama. Tapi kemudian kami memulai balapan, saya ada di depan dan mencoba berkonsentrasi serta menghemat ban,” kata Marquez dikutip Crash.

“Pada awalnya itu sudah jadi kejutan besar dan saya bilang ‘Okelah, satu pebalap lagi bisa berada di antara saya dan pebalap lainnya’. Tapi lantas setelah beberapa lap situasinya mulai seperti ‘Kok dia di sini terus?’.”

“Dia selalu sangat dekat, tidak pernah menurun drastis, dan saya saat itu berupaya sedikit lebih keras dan lebih keras lagi. Tapi dia ada di sana dan saya melihat papan pit menunjukkan +0,1 lalu +0,2, tapi kemudian saya mulai menyadari dia akan terus menguntit sampai akhir.”

“Di lima putaran terakhir saya mengerahkan segala kemampuan karena bukan ide bagus untuk melakoni putaran terakhir, tikungan terakhirm dengan seorang pebalap Jerman menguntit di sirkuit Jerman. Jadi saya memaksa diri dan saya sangat-sangat senang,” imbuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s