KANKER PAYUDARA MASIH MENGINCAR

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG,  Ada beberapa faktor yang membuat risiko seseorang untuk terkena kanker payudara menjadi berlipat ganda. Utamanya berkaitan dengan gaya hidup.

Seperti disampaikan oleh dokter kandungan dan juga konsultan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Sigit Purbadi, SpOG(K)Onk, faktor lainnya yakni usia yang di atas 55 tahun.

“Lalu bila dalam keluarga ditemukan ada yang mengidap kanker payudara, misalnya saudara perempuan, ibu atau anak perempuan, maka ia mempunyai risiko 2 kali terkena kanker payudara,” ujar dr Sigit .

Pada dasarnya, bila orang tua mempunyai kelainan gen pembawa, maka ada kemungkinan kelainan gen tersebut juga akan diturunkan ke anak.

“Selain itu, jika seorang pasien mengidap kanker payudara, maka payudara yang lain mempunyai risiko 3-4 kali untuk juga terkena kanker juga,” imbuhnya.

Terkait gaya hidup, dr Sigit menjelaskan bahwa risiko kanker payudara lebih besar dimiliki oleh mereka yang kegemukan dan hobi mengonsumsi minuman beralkohol serta merokok.

“Wanita yang tidak pernah hamil sampai 9 bulan atau baru melahirkan setelah umur 30 tahun juga mempunyai risiko kanker payudara lebih besar. Lalu paparan estrogen yang lama seperti menstruasi sebelum umur 12 tahun dan menopause setelah 55 tahun pun memberi risiko lebih besar,” tutur dr Sigit.

Disebutkan kebiasaan sehari-hari seperti mencuci bra setiap hari dan tidak memakai bra saat tidur bisa bantu cegah risiko kanker payudara. Benarkah ini?

Menurut dokter kandungan dan juga konsultan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Sigit Purbadi, SpOG(K)Onk, informasi tersebut sama sekali tidak benar. dr Sigit menegaskan bahwa pencegahan kanker payudara tidak berhubungan dengan kebiasaan mencuci bra setiap hari dan tidak memakai bra saat tidur.

“Juga tidak ada hubungannya dengan kebiasaan tidak memakai bra berkawat dan menutupi dada dengan syal di terik matahari,” tuturnya .

Mencuci bra lebih terkait pada faktor kebersihan, terutama di area kulit sekitar payudara. Jika Anda tidak mencuci bra dengan rutin, maka Anda lebih berisiko gatal-gatal atau iritasi pada kulit.

Sementara kebiasaan tidak memakai bra saat tidur juga dikatakan dr Sigit tak memengaruhi risiko kanker payudara. Sebuah studi di tahun 2014 yang dilakukan Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle menemukan bahwa bra tidak terbukti berpengaruh terhadap risiko kanker payudara.

Kalaupun ada yang mengatakan bra saat tidur bisa membuat payudara mengendur, peneliti Dr Holly Pederson dari Cleveland Clinic menjelaskan, pada dasarnya seiring dengan pertambahan usia, jaringan payudara wanita akan terganti oleh lemak.

“Jadi cepat atau lambat payudara wanita pasti akan mengendur. Bahkan bra terbaik sekalipun tidak bisa mencegah proses alami ini,” ungkap Pederson, seperti dikutip dari Livescience.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s