CURHAT NETTER YANG VIRAL DAN KASUS SYAIFUL JAMIL

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – SEMARANG,

Curhat Kursinya Direbut Ibu Hamil di KRL, Wanita Ini Dikecam Netizen
Status Facebook Shafira soal ibu hamil di KRL. Foto: Facebook
Ibu hamil seringkali diprioritaskan untuk duduk saat naik KRL. Namun tidak semua penumpang rela memberikan kursinya kepada ibu hamil saat naik KRL yang menjadi alternatif orang Jakarta daripada bergelut dengan kemacetan. Seperti wanita yang satu ini, tidak rela kursinya diambil ibu hamil di KRL lalu dia curhat ke Facebook.

Curhat di media sosial seperti Facebook tentang ibu hamil di KRL itu rupanya membuat wanita yang diketahui bernama Shafira Nabila Cahyaningtyas menjadi viral. Pasalnya curahan hati sekaligus cibiran yang dilayangkan kepada ibu hamil di KRL menyinggung hati para wanita lainnya.

Curhat Kursinya Direbut Ibu Hamil di KRL, Wanita Ini Dikecam Netizen
Status Facebook Shafira soal ibu hamil di KRL. Foto: Facebook

Shafira menuliskan kalau ia merupakan salah satu pengguna KRL selama kurang lebih dua tahun belakangan ini. Ia biasa naik KRL dari Stasiun Bogor ke Tanah Abang pada pagi hari. Dalam status Facebook-nya yang viral, Shafira mengaku sebal dengan ibu hamil di KRL karena ia yang sedang tidur lalu dibangunkan oleh satpam untuk memberikan kursinya.

“KRL sudah kayak rumah kedua buat gue. Sudah nyaman bangetlah tidur di KRL. Lanjut cerita, nah tadi gue sudah tidur dan tiba-tiba sampai Stasiun Citayam gue dibangunin dong sama pak satman dan disuruh berdiri dan ngasih tempat duduk gue ke ibu-ibu hamil. Can you imagine? Gue baru bangun dan tiba-tiba disuruh beridri di antara orang-orang yang banyak banget. Berdesak-desakan banget sampai nggak bisa berdiri tegak. Jujur jadi pusing,” tulisnya di Facebook.

Dengan berat hati, Shafira yang pergi bersama temannya berdiri demi memberikan kursi untuk ibu hamil. Shafira mengatakan bahwa ia kesal sampai ingin mengumpat petugas KRL tersebut dan ibu hamil.

Curhat Kursinya Direbut Ibu Hamil di KRL, Wanita Ini Dikecam Netizen
Status Facebook Shafira soal ibu hamil di KRL. Foto: Facebook

Shafira pun mempertanyakan di status Facebook-nya kenapa ibu-ibu hamil berhak diberikan tempat duduk di KRL? Kenapa ibu hamil juga menjadi prioritas? Padahal ia sama-sama penumpang dan Shafira merasa sudah berjuang untuk bisa mendapatkan tempat duduk di KRL.

“Iya sih mereka memang lagi hamil, iya diperutnya ada anaknya, tapi nggak begini! Gue di Bogor juga usaha cari tempat duduk, bahkan kalau lagi penuh-penuhnya harus rebutan dan dengan tanpa bersalahnya direbut sama ibu-ibu hamil. Semakin lama gue nggak respek sama ibu hamil. Benar-benar sudah yang semuak itu!” tambahnya.

Shafira juga sempat berbagi foto kepenuhan di dalam KRL dan ibu hamil yang duduk di tempatnya sebelum berdiri. Status Shafira kemudian mendapat kecaman dari netizen. Pengguna Facebook lain memberikan ragam komentar pedas terkait curhatannya tersebut.

Curhat Kursinya Direbut Ibu Hamil di KRL, Wanita Ini Dikecam Netizen
Status Facebook Shafira soal ibu hamil di KRL. Foto: Facebook

Seperti komentar dari pengguna Facebook bernama Nofiaw yang menjelaskan kalau ibu hamil tidak ingin diprioritaskan sebenarnya namun keadaan yang membuat mereka perlu diutamakan.

“Mbak tau berapa beban yang mesti kami topang dengan membawa perut yang semakin hari semakin membesar? Jangankan berdiri, untuk tidur sekalipun kami tidak nyaman. Sungguh saya sangat menyayangkan perkataan ‘asal’ mbak tentang ibu hamil. Kalau memang mbak merasa hak mbak selaku pengguna kereta terganggu, silakan utarakan langsung ke ibu hamil tersebut dan saya yakin bukan hanya kami para netter tetapi juga ibu-ibu yang ada disana sependapat dengan saya bahwa Anda sangat-sangat keterlaluan. Semoga kedepannya mbak lebih bijak,” tulisnya di Facebook.

Ada pula komentar lain dari pengguna bernama Retno Palupi. “Shafira Nabila Cahyaningtyas. Nama cantik yang tak sepadan dengan ucapannya. Mudah-mudahan kalau kamu hamil nanti nggak susah dan nggak nyusahin orang lain ya. Habis makan cabe rawit sekilo ya. Aduh kasian sekali ibumu ya. Pengorbanannya mengandung kamu tak ada artinya buatmu,” komentarnya.

Tak hanya wanita, beberapa pria juga turut berkomentar. Contohnya akun Facebook Sandi Azhari. “Mulutmu harimaumu, itu pribahasa yang cocok untuk mengingatkan kita agar bisa menjaga lisan di medsos, negara kita negara hukum. Kalau mau bebas bersikap mungkin tidak untuk di negara kita ini. Sekarang netizen pun sibuk menyerang Shafira Nabila Cahyaningtyas, kalau bukan seorang wanita yang hamil, siapa yang melahirkan Anda dulu non,” tulisnya.

Shafira yang diketahui masih berstatus sebagai mahasiswi itu dikabarkan sudah menghapus akun Facebook pribadinya setelah statusnya viral. Namun banyak orang sudah mendapatkan hasil capture status Shafira hingga menyebar luas di internet.

PNS tajir pemilik 19 mobil Rohadi mengaku ada arahan dari hakim Pengadilan Tinggi Bandung Karel Tuppu agar tidak menyeret nama hakim dalam kasus dugaan suap perkara Saipul Jamil. Keterangan itu dibantah istri Karel, Berthanalia Ruruk Kariman.

Hal itu disampaikan dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017). Bertha yang juga salah seorang penyuap hakim perkara Saipul Jamil itu membantah suaminya sempat berbicara dengan Rohadi saat membesuk di tahanan KPK.

“Tidak. Di KPK itu kan satu ruangan dengan Pak Rohadi di sebelah, kami semua dengan teman-teman, anak-anak saya dan kakak-kakak saya. Karena saya dalam keadaan stres Pak Karel menenangkan saya,” jelas Bertha.

“Pak Rohadi kemudian datang sujud di kaki saya dan Pak Karel, menangis minta maaf, ‘Saya sudah menyusahkan bapak-ibu, minta maaf’. Pak Karel bilang ‘sabar mas, saya juga stres lihat ibu’,” sambung Bertha menceritakan hal itu.

Jaksa kemudian mencecar apakah dalam kesempatan itu Karel berpesan pada Rohadi tentang jangan melibatkan hakim.

“Apakah benar Pak Karel pernah berpesan jangan libat-libatkan hakim?” tanya Jaksa KPK.

“Tidak,” jawab Bertha.

Bertha kemudian melanjutkan jika saat itu Rohadi juga datang sambil minta tolong mencarikan anaknya Raehan. Dia mengatakan saat itu suaminya Karel hanya berpesan jangan melibatkan keluarganya.

“Saya lanjutkan, Pak Rohadi bilang ‘tolong saya Pak, tolong anak saya, tolong Rian suruh kembali, suruh cari’. Saya cari kertas, jangan libat-libatkan kami mas,” kata Bertha.

“Pak Rohadi (bilang) tolong saya pak, kalau bukan kami siapa. Pak Karel ambil kertas itu. Saya ambil kertas itu, tapi langsung diambil penyidik. Saya bilang sama Pak Rohadi nanti lah ditelpon pengacara. Hanya karena anaknya yang suruh cari,” tutur Bertha.

“Pak Rohadi dengar sendiri keterangan saksi?” kata majelis hakim ke Rohadi.

Kasus Saipul Jamil dan Cerita Rohadi Sujud Menangis di Kaki Bertha

“Tetap pada keterangan kemarin, bahwa saya dilarang membawa-bawa nama hakim,” jawab Rohadi.

Jaksa KPK kemudian mencecar Rohadi terkait larangan membawa-bawa nama hakim. Dia menyebut pesan itu disampaikan Karel sebelum pertemuan yang diceritakan Bertha.

“Pak Karel dilarang menyebut-nyebut nama hakim cukup sampai anda saja, apakah ada pertemuan susulan?” tanya jaksa KPK.

“Ada pertemuan sebelum hari raya Idul Fitri kalau nggak salah di bulan puasa,” jawab Rohadi.

“(Yang disampaikan Bertha) itu pertemuan kedua. Saya dua kali ketemu Pak Karel,” ucap Rohadi.

Dalam sidang sebelumnya Rohadi mengaku ada larangan untuk membawa-bawa nama hakim. Larangan itu diberikan oleh Karel Tuppu saat menjenguk Berthanatalia di rutan KPK.

Rohadi dan Karel saling kenal karena Karel pernah berdinas di PN Jakut. Kini Karel merupakan hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Kebetulan dia besuk di tahanan KPK. Membesuk istrinya, Ibu Bertha, ketemu (saya). Itu bulan puasa juga, tanggalnya saya lupa,” ucap Rohadi di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/6) lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s