NYAWA TAK BERARTI, REMAJA KONGKOW TEWAS DIKROYOK

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG, Seorang pemuda bernama Sofa Ariyanto (19) tewas bersimbah darah di Jalan Padat Karya II, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (9/6/2017) dini hari. Korban diduga tewas akibat dikeroyok.

Wakapolres Kotawaringin Barat, Kompol Dovan Oktavianto menjelaskan, korban dan seorang temannya, Andi, sebelumnya terlibat perkelahian dengan Fendi.

Usai perkelahian, korban dan Andi kongko dengan beberapa lima teman lainnya di Simpang Empat jalan dua jalur, yang kerap dipakai balap liar itu.

Kemudian, sekitar pukul 00.15 WIB, Fendi, yang diduga sebagai pelaku utama yang membuat tewasnya Sofa datang dengan tiga temannya.

Saat itu, korban sedang bersama tiga teman lainnya. Namun, melihat penyerangan itu, hanya korban dan seorang temannya, Dede yang berani menghadapi.

“Korban dan Dede melakukan perlawanan. Tidak beberapa lama terlihat korban berlari ke arah Jalan Padat Karya 2 dan korban akhirnya terjatuh saat didekati Gatan (salah seorang temannya yang sebelumnya lari). Korban jatuh tertelungkup dengan luka parah di dada dan langsung tewas,” jelas Dovan, Jumat (9/6/2017) pagi.

Sofa merupakan warga Gang Kapuk, Kelurahan Kumai Hulu, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada pukul 03.00 WIB, dua orang yang terlibat perkelahian itu, masing-masing berinisial HS dan dan S, diringkus polisi. Keduanya merupakan warga Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai.

 Sementara Fendi yang diduga sebagai pelaku utama, hingga tulisan ini dibuat, belum tertangkap.

Warga di sekitar kejadian menjelaskan, persimpangan Jalan Padat Karya II, Jalan Pemuda, dan Jalan Masjid, Kumai, yang berjarak 15 kilometer dari Pangkalan Bun, itu memang kerap dijadikan tempatkongko. Sebagian dari mereka memanfaat ruas jalan yang lebar di Jalan Pemuda sebagai arena balap liar.

“Banyak anak-anak yang nongkrong di situ sambil mengonsumsi minuman keras,” ujar Kasran, warga setempat di lokasi kejadian.

 

Hingga pagi ini, lokasi tersebut banyak dikunjungi warga. Titik di mana darah berceceran ditutupi pasir dan ditaburi bunga oleh warga setempat.

Seorang pedagang susu kuda liar bernama Moreno (29) tewas dalam pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang di gudang penyimpanan di Pasar Ciroyom, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Minggu (4/6/2017) malam.

Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, korban tewas karena mengalami cukup banyak luka tusukkan dan bacokkan di sekujur tubuhnya akibat pengeroyokan.

“Kejadian tadi malam di pasar Ciroyom sekitar pukul 23.00 WIB. Motif pembunuhan masih kita dalami,” kata Hendro di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (5/6/2017).

Hendro menambahkan, dari olah TKP dan keterangan saksi, pelaku penganiayaan diketahui berjumlah 5 orang. Hingga saat ini kelimanya masih dalam pengejaran.

“Kami sudah ketahui posisinya. Kami pelajari dan kami dalami. Insya Allah secepatnya terungkap,” tutur dia.

Hendro mengimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan dan tindakan tegas.

“Saya minta para pelaku segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkannya kepada hukum,” tandasnya.

 Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan, ditemukan lebih dari 10 luka tusuk serta bacok.

Korban meninggal karena kehabisan darah serta luka tusuk yang cukup serius di bagian perut.

“Jasad korban sudah dibawa ke RS Sartika Asih untuk diotopsi. Mudah-mudahan kami berhasil menangkap para pelaku,” pungkasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s