CERITA SUMUR PENGABUL KEINGINAN, KAWAH CONDRODIMUKO GATOTKACA

RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo – Semarang,  Selain punya alam cantik, Banjarnegara juga memiliki sejumlah objek wisata yang unik. Salah satunya adalah Sumur Jalatunda yang dipercaya bertuah.

Berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, terdapat sebuah sumur raksasa yang memiliki nama Jalatunda. Tak sedikit wisatawan hingga peziarah datang untuk melakukan ritual lempar batu demi kesuksesan.

Mitosnya, barangsiapa dapat melempar batu hingga menyentuh dinding batu sumur dipercaya akan sukses dan tercapai segala keinginannya. Kepercayaan itu pun tidak terlepas dari kisah lama yang dipercaya masyarakat setempat.

“Mitosnya yang lempar batu, dua orang utusan Sunan Gunungjati ke Dieng untuk menyebarkan agama Islam, diutus untuk mengambil batu dari Kali Serayu untuk dilempar ke Jalatunda, kalau sampai berarti Islam bisa masuk, ternyata berhasil dan sekarang mayoritas di sini adalah umat Islam, dulu Hindu,” ujar penjaga loket tiket Sumur Jalatunda, Hizbulloh pada detikTravel di lokasi, Rabu (19/4/2017)

Sumur Jalatunda di Banjarnegara (Randy/detikTravel)
Sumur Jalatunda di Banjarnegara

Dalam bahasa Jawa, kata jala memiliki arti jaring dan tunda yang berarti tertunda. Jadi lewat mitos melempar batu, dipercaya kalau keinginan yang tertunda bisa dibuka dan dikabulkan.

“Jala adalah jaring, tunda yang tertunda, kalau ada yang punya cita-cita masih tertutup jala-jala ajaib, jadi semua yang tertunda bisa dibuka di sini,” tambah Hizbulloh.

Apabila dilihat secara langsung, Sumur Jalatunda memiliki diameter yang cukup lebar. Rasanya jika diibaratkan secara luas, mungkin Sumur Jalatunda bisa jadi lebih besar dari lapangan bola.

Konon sumur ini dapat memberi kesuksesan (Randy/detikTravel)
Konon sumur ini dapat memberi kesuksesan

Dijelaskan juga oleh Hizbulloh, kalau ada beberapa versi terkait asal muasal sumur ini. Penjelasannya pun bervariasi dari yang ilmiah hingga terkait kepercayaan Jawa.

“Terjadinya sumur legenda mengatakan beberapa versi, pertama dari letusan ribuan tahun lalu, versi lain ini lokasi jatuhnya senjata Antareja pas perang Bharatayudha, versi tiga ini dari injakan kaki kalau dilihat dari Telaga Dringo,” ujar Hizbulloh.

Sedangkan dari sisi mistis, Sumur Jalatunda dipercaya memiliki hubungan langsung dengan Gunungkidul di Pantai Selatan yang menjadi kediaman Nyi Roro Kidul.

“Legendanya tembus Gunungkidul, warnanya bisa berubah kalau ada yang tenggelam di Pantai Selatan, laki-laki kuning hijau, perempuan kuning hitam,” cerita Hizbulloh.

Sumur ini pun punya banyak kisah mistis (Randy/detikTravel)
Sumur ini pun punya banyak kisah mistis

Bahkan yang lebih menyeramkannya lagi, Hizbulloh bisa mengetahui apakah ada orang yang jatuh ke dalam sumur atau tidak lewat bau sumur. Ada yang bilang kalau korban yang jatuh merupakan tumbal yang diminta penunggu Sumur Jalatunda.

“Dulu tiap tahun ada yang jatuh ke Jalatunda, mungkin tumbal terakhir tahun 2007,” ujar Hizbulloh.

Diceritakan juga oleh Hizbulloh, kalau dahulu almarhum mantan Presiden Indonesia ke dua, Soeharto juga pernah datang ke Sumur Jalatunda untuk meminta berkah. Ada banyak kisah yang menyertai kehadiran Sumur Jalatunda.

Bagi traveler yang ingin mencoba peruntungan untuk melempar batu ke dinding sumur, harga tiket masuknya adalah Rp 5 ribu/orang untuk turis lokal maupun domestik.

Tokoh pewayangan Gatotkaca disebutkan memperoleh kesaktian dari Kawah Candradimuka. Bukan mitos, kawah itu sungguh ada di Banjarnegara.

Dalam kisah pewayangan Mahabharata versi Jawa dan India, tokoh Gatotkaca dikenal sebagai putra dari Bima yang merupakan satu dari lima Pandawa. Sebagai anak dari Bima dan raksasa Harimbi, Gatotkaca pun dikisahkan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.

Di perjalanan hidupnya, Gatotkaca pun diceritakan memperoleh kesaktian yang luar biasa setelah ditempa di Kawah Candradimuka oleh Batara Empu Anggajali. Saking hebatnya, Gatotkaca pun digambarkan bisa terbang dan dijuluki memiliki otot kawat tulang besi.

Terlepas dari kebenarannya, ternyata Kawah Candradimuka sungguh ada di Banjarnegara. detikTravel yang tengah berkunjung ke Dieng pun menyempatkan datang ke lokasinya langsung pada Rabu kemarin (19/4/2017).

Kawah ini lekat dengan kisah Gatotkaca (Randy/detikTravel)
Kawah ini lekat dengan kisah Gatotkaca

Berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, ada sebuah kawah yang memiliki nama sama. Oleh orang setempat, kawah itu juga dikenal sebagai tempat di mana Gatotkaca memperoleh kesaktian.

“Di sini juga ada Kawah Candradimuka, itu yang ada hubungannya dengan Gatotkaca,” ujar salah satu penjaga penginapan sekaligus pemandu detikTravel di Dieng, Kiki.

Dari Dieng, perjalanan pun dilakukan dengan menggunakan motor sekitar 30 menit. Namun perlu diingat, perjalanan menuju Kawah Candradimuka sedikit menanjak melewati perkebunan warga. Belum lagi akses jalan yang masih berbatu, disarankan tidak membawa mobil yang rendah.

Setelah menempuh perjalanan yang boleh dibilang cukup menantang, detikTravel pun sampai di Kawah Candradimuka. Kalau dari arah pergi, kawah ini berada persis di sebelah kanan jalan.

Sudah ada area parkir dan menara pandang (Randy/detikTravel)
Sudah ada area parkir dan menara pandang

Ketika tiba di lokasi, detikTravel pun mendapati fasilitas sederhana berupa tempat parkir hingga menara pandang dua lantai yang berada persis di samping kawah. Selain itu, ternyata sudah ada tangga menuju dasar kawah.

Penasaran, detikTravel pun memberanikan diri untuk turun ke Kawah Candradimuka yang masih aktif. Di dalam kawah, dapat ditemukan tiga sumber air panas yang airnya dipercaya berkhasiat.

Namun jangan buru-buru, air dari Kawah Candradimuka bisa mencapai suhu lebih dari 100 derajat celcius. Mencelupkan tangan atau wajah secara langsung ke air di kawah ini mungkin bukanlah ide bagus.

Ada tiga sumber air panas yang masih aktif (Randy/detikTravel)
Ada tiga sumber air panas yang masih aktif

Selain tiga sumber air panas, traveler juga bisa menemukan sebuah mata air alami yang airnya bisa dipakai untuk membasuh wajah atau diminum langsung. Di dekat lokasi juga tampak sejumlah dupa yang agaknya ditaruh oleh sejumlah orang untuk sembahyang.

Sayang, detikTravel tidak menemukan siapa pun di lokasi yang bisa menjelaskan lebih detil perihal kisah atau mitos yang ada di Kawah Candradimuka.

Satu yang pasti, tak sedikit traveler maupun peziarah yang datang ke Kawah Candradimuka untuk mengharap kesaktian hingga wangsit. Percaya atau tidak, kembali lagi pada para traveler.

 

BACA JUGA : PENDAKI NAAS. TEWAS TERSAMBAR PETIR DI GUNUNG PRAU | RIFAN FINANCINDO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s