IHSG MASIH RAWAN TURUN WALAU PERGERAKAN MENGHIJAU

RIFAN FINANCINDO

Rifan Financindo – Semarang, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) bergerak menguat di awal perdagagan pagi ini, Kamis (13/4/2017).

Investor masih terus melakukan aksi beli meskipun menjelang long weekend. IHSG juga tak terlalu terpengaruh oleh pelemahan yang terjadi di bursa-bursa Asia Pasifik.

Pukul 09.12 IHSG bergerak naik sebesar 6,74 poin atau 0,11 persen di posisi 5.650,89. Sebanyak 117 saham menguat, 64 saham melemah dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang menopang penguatan indeks pagi ini di antaranya MYRX, LINK, TLKM, IIKP, dan TARA.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pagi ini bergerak menguat terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot diperdagangkan di RP 13.266 per dollar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan Kamis (13/4/2017) diperkirakan masih rawan akan bergerak tertekan.

Analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang pergerakan 5.600-5.680. “Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya BMRI, BTPN, EXCL, LSIP, MPPA, dan PGAS,” kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya.

Pada penutupan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis 16,22 poin sebesar 0,29 persen di level 5.644,15 dengan volume yang cenderung moderat.

Indeks saham properti konstruksi memimpin penguatan sebesar 2,78 persen setelah kepercayaan investor terhadap komitmen Presiden dalam membangun infrastruktur mencuat pada rapat kabinet selasa kemarin. Sedangkan pertambangan berbalik terpuruk -1,33 persen.

Aksi beli investor asing berhasil menahan aksi jual dimana tercatat net buy Rp 1,59 triliun.

Bursa Asia dan Eropa

Bursa di Asia variatif dimana indeks saham Jepang meluncur gap down dengan ditutup -1 persen, sedangkan ideks saham di Hongkongditutup menguat signifikan.

Rebound-nya mata uang di Asia termasuk Yen menjadi trigger negatif indeks saham Jepang,” lata Lanjar.

Bursa Eropa dibuka mayoritas menguat karena hasil dari Daimler AG diharapkan mengimbangi kehati-hatian akhir-akhir ini.

Aset safe haven termasuk emas dan treasuri menguat seiring harga minyak yang naik atas perpanjangan pemotongan produksi di Arab Saudi. Saham-saham automotif rata-rata menyatakan laba kuartal pertama naik dua kali lipat karena lonjakan permintaan diawal tahun.

“Sentimen selanjutnya akan dibanjiri data eksport import dari Chinadan neraca perdagangannya, tingkat inflasi di sebagian negara bagian Eropa dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat,” ujar Lanjar.

BACA JUGA : Cerita Akhir Debat Pilkada Jakarta 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s