Minyak Berjangka Masih Berjaya Terkait OPEC

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Harga minyak berakhir lebih tinggi pada hari Kamis, mempertahankan keuntungan setelah data menunjukkan kenaikan yang lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik 86 sen, atau 1,6%, dan ditutup di level $ 54,45 per barel. Minyak melonjak lalu memangkas keuntungan setelah Energy Information Administration mengatakan persediaan minyak mentah AS naik 600.000 barel dalam pekan yang berakhir pada 17 Februari lalu. Analis yang disurvei oleh The Wall Street Journal telah memproyeksikan, rata-rata, kenaikan sebesar 3,4 juta barel.

Minyak mempertahankan kenaikan di dekat penutupan tertinggi sejak Juli 2015 setelah data pemerintah menunjukkan peningkatan yang lebih kecil dari perkiraan dalam stok minyak mentah.

Futures di New York sedikit berubah setelah naik 1,6 persen Kamis. Administrasi Informasi Energi AS melaporkan stok minyak mentah naik 564.000 barel pekan lalu. Sedangkan total stok masih berada di posisi tertinggi dalam data mingguan sejak data mulai dicatat kembali ke tahun 1982, peningkatan berada di bawah kenaikan 3,25 juta barel yang diproyeksikan oleh analis dalam survey Bloomberg dan kenaikan terkecil tahun ini. Impor mengalami penurunan terbesar sejak November, sementara ekspor naik ke posisi rekor.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April berada di level $ 54,36 per barel, turun 9 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:26 pagi waktu Sydney. Harga pada hari Kamis naik 86 sen untuk ditutup dilevel $ 54,45, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 2 Juli 2015.

Brent untuk pengiriman April naik 74 sen, atau 1,3 persen, ke level $ 56,58 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Kamis. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi $ 2,13 untuk WTI.

Minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak Juli 2015, berada dalam perjalanan untuk kenaikan mingguan pada spekulasi bahwa efek dari pembatasan produksi OPEC akhirnya dirasakan di AS

Futures di New York bersiap untuk kenaikan 2 persen minggu ini, yang merupakan kenaikan terbesar tahun ini. Data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah naik kurang dari yang diperkirakan pekan lalu seiring penurunan terbesar impor sejak November. Perlambatan ekspansi dari rekor stok dan pengiriman dari luar negeri ke Amerika mungkin menandakan penurunan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mulai mengurangi pasokan global.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April berada di level $ 54,44 per barel, turun 1 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 2:02 siang waktu Singapura. Harga pada hari Kamis naik 86 sen untuk menetap di level $ 54,45, posisi penutupan tertinggi sejak 2 Juli 2015. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 62 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman April naik 3 sen ke level $ 56,61 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak bertambah 74 sen ke level $ 56,58 pada hari Kamis dan menuju keuntungan 1,4 persen minggu ini. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premium $ 2,18 untuk WTI.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s