Minyak Berjangka Tidak Stabil

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Harga minyak mentah pada hari Rabu mencatatkan penurunan pertama mereka dalam empat sesi terakhir, memberikan keuntungan hari sebelumnya dan kemudian beberapa kekhawatiran tentang meningkatnya produksi dari produsen di luar perjanjian untuk mengurangi kelebihan pasokan global mengganggu investor.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April berakhir 74 sen, atau 1,4%, di $ 53,59 per barel. Komentar dari menteri minyak Qatar, Mohammed al-Sada, menggebrak sentimen yang suram. Berbicara pada pertemuan energi di London, al-Sada mengatakan produsen minyak utama di luar OPEC tidak memotong produksi, sebanyak yang mereka telah janjikan.

Pasar minyak mentah telah mengalami kecemasan tentang meningkatnya produksi, yaitu dari produsen minyak shale AS dan Rusia, yang memiliki sejarah ketidakpatuhan terhadap batas produksi. Ke depannya, investor menunggu data cadangan minyak AS dari American Petroleum Institute pada hari Rabu malam.

Minyak menguat setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS turun, menandakan kelebihan pasokan dapat menyusut.

Futures bertambah 0,8 persen. Harga memangkas penurunan hari Rabu setelah American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS turun 884.000 barel pekan lalu. Persediaan mungkin naik 3,25 juta barel, analis yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan sebelum rilis data Energy Information Administration Kamis. OPEC harus memperpanjang pemotongan output untuk mendapatkan dampak yang signifikan terhadap pasokan dunia, Chief Executive Officer Patrick Pouyanne Total SA mengatakan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik sebanyak 43 sen ke level $ 54,02 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 53,98 pada pukul 10:44 pagi waktu Sydney. Total volume perdagangan yakni sekitar 13 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman April turun 82 sen, atau 1,5 persen, ke level $ 55,84 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Rabu. Minyak mentah acuan global ini ditutup pada premi US $ 2,25 untuk WTI.

Minyak naik mendekati level $ 54 per barel setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS turun, mengindikasikan bahwa data pemerintah yang dirilis hari ini Kamis mungkin menunjukkan kontraksi pertama tahun ini.

Futures di New York naik sebanyak 1 persen. Harga memangkas penurunan Rabu setelah American Petroleum Institute mengatakan dalam laporan bahwa stok AS turun 884.000 barel pekan lalu. Jika penurunan tercermin dalam data dari Energy Information Administration, maka itu akan menjadi penurunan pertama sejak Desember. Angka-angka pemerintah diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 3,25 juta, menurut survei Bloomberg.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik 54 sen ke level $ 54,13 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 54,05 pada pukul 14:15 waktu Singapura. Kontrak pada Rabu turun 74 sen ke level $ 53,59 per barel. Total volume perdagangan yakni sekitar 19 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman April menguat 54 sen, atau 1 persen, ke level $ 56,38 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 82 sen, atau 1,5 persen, ke level $ 55,84 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global ini berada pada premi $ 2,28 untuk WTI.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s