Minyak Sempat Meroket Kemudian Gain Saat Tengah Hari

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,  Futures minyak mentah lebih tinggi selama sesi Asia pada Kamis.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD51,55 per barrel pada waktu penulisan, meningkat 0,92%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per barrel. Minyak metahkemungkinan akan mendapat support pada USD50,91 dan resistance pada USD53,52.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,10% dan diperdagangkan pada USD101,21.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Maret naik 0,95% dan diperdagangkan pada USD54,43 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD2,88 per barrel.

Harga minyak mentah AS membukukan keuntungan ringan di sesi Asia pada hari Kamis. Tren itu menyusul laporan industri persediaan AS yang menunjukkan penurunan tajam dalam pasokan minyak mentah, namun lonjakan stok bensin setelah laporan produksi OPEC yang mengatakan upaya untuk membatasi surplus oleh grup tersebut sedang bekerja.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari naik tipis 0,06% menjadi $51,44 per barel, sementara minyak mentah Brent Maret di Bursa Berjangka ICE London terakhir dikutip pada $54,24 per barel, turun 0,04 %.

American Petroleum Institute mengatakan persediaan minyak mentah Rabu turun 5,0 juta barel di AS pada akhir pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 300.000 barel, sementara persediaan bensin naik 9,75 juta barel. Stok distilasi naik 1,75 juta barel.

Perkiraan itu datang menjelang data resmi dari Departemen Energi AS pada hari Kamis, tertunda sehari karena hari libur umum.

Sebelumnya pada hari Rabu, OPEC mengatakan surplus pasokan minyak mentah global dalam perjalanan menuju ke bawah dan akan dibantu oleh permintaan serta upaya yang terkoordinasi oleh negara-negara OPEC dan non-OPEC untuk memangkas hampir 1,8 juta barel per hari (bph) dari pasar dalam paruh pertama 2017, menambahkan bahwa sumber-sumber lain, termasuk pengeboran shale AS, dapat memompa cukup untuk membuat penurunan menjadi kurang jelas.

OPEC mengatakan grup itu memompa 33,085 juta barel per hari bulan lalu, menurut angka OPEC yang dikumpulkan dari sumber sekunder, turun 221.000 bph dari bulan November.

“Sebuah normalisasi lanjutan dari kebijakan moneter, yang menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi, bersama dengan kerjasama bersejarah yang terjadi baru-baru ini antara produsen OPEC dan non-OPEC, akan membantu untuk membawa stabilitas yang diperlukan bagi pasar minyak,” kata OPEC.

Dalam berita lainnya OPEC pekan ini, sumber industri perkapalan mengatakan ekspor dari pelabuhan Basra Irak selatan telah berkurang pada bulan Januari, menandakan bahwa produsen terbesar kedua OPEC itu menindaklanjuti keputusan kartel minyak itu untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph). Anggota OPEC dan beberapa pemasok besar lainnya bertujuan untuk mengurangi produksi hampir sebanyak 1,8 juta barel per hari pada semester pertama 2017.

Arab Saudi mengatakan pada hari Senin bahwa akan memenuhi komitmennya untuk memangkas produksi di bawah pakta global dengan Menteri Energi Khalid al-Falih mengatakan bahwa sejak kesepakatan itu mulai berlaku pada Tahun Baru, semuanya baik-baik saja.

Minyak kembali naik setelah penurunan terbesar dalam lebih dari seminggu seiring data industri menunjukkan stok minyak mentah AS menurun, sementara OPEC dan negara-negara produsen lainnya memangkas produksi untuk meringankan stok global yang berlebih.

MInyak berjangka naik sebanyak 1 persen di New York setelah jatuh 2,7 persen pada hari Rabu di tengah penguatan dolar. Stok minyak mentah AS turun sebesar 5,04 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam laporan. Data pemerintah Kamis juga diperkirakan akan menunjukkan penurunan. OPEC dan 11 produsen lain membuat “upaya luar biasa” untuk memangkas produksi, menurut Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari, yang berakhir Jumat, naik 52 sen ke level $ 51,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 51,50 pada pukul 13:49 waktu Hong Kong. Total volume perdagangan yakni sekitar 59 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak kehilangan $ 1,40 ke level $ 51,08 pada hari Rabu,yang merupakan penurunan terbesar sejak 9 Januari. Berjangka lebih aktif Maret naik 42 sen ke level $ 52,31.

Brent untuk pengiriman Maret menguat 57 sen, atau 1,1 persen, ke level $ 54,49 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak jatuh $ 1,55, atau 2,8 persen, ke level $ 53,92 pada hari Rabu. MInyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 2,08 untuk WTI Maret.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s