Minyak Pertahankan Gain | RIFANFINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Minyak Brent mempertahankan gain setelah Arab Saudi mengatakan penurunan produksi dari OPEC dan negara-negara produsen lainnya akan menyeimbangkan pasar pada bulan Juni.

Futures sedikit berubah di London setelah naik 0,7 persen pada hari Senin. Kerelaan dalam melakukan pengurangan dan prospek meningkatnya permintaan global seharusnya cukup untuk menyeimbangkan pasar pada akhir semester pertama 2017, yang berarti kesepakatan enam bulan mungkin tidak akan perlu diperpanjang, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan di Abu Dhabi.

Brent untuk pengiriman Maret diperdagangkan di level $ 55,75 per barel, turun 11 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada pukul 09:22 pagi waktu Hong Kong. Harga naik 41 sen, atau 0,7 persen, ke level $ 55,86 per barel pada Senin. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 2,43 untuk West Texas Intermediate.

WTI untuk pengiriman Februari naik 13 sen dari penutupan Jumat ke level $ 52,50 per barel di New York Mercantile Exchange. Transaksi Senin akan dipesan pada hari Selasa dikarenakan hari libur Martin Luther King Jr di AS kemarin.

Minyak naik di New York setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan OPEC kemungkinan tidak perlu untuk memperpanjang pemotongan pasokan melampaui bulan Juni karena pasar telah mencapai keseimbangan.

Minyak berjangka naik 0,5 persen di New York setelah kehilangan 3 persen pekan lalu. Rig menargetkan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 11 minggu terakhir, menurut data dari Baker Hughes Inc. Rencana pemotongan pasokan OPEC untuk jangka waktu enam bulan kemungkinan akan cukup untuk menyeimbangkan pasar mengingat tingkat kepatuhan dengan pengurangan dan prospek peningkatan konsumsi global, Menteri Energi dan Industri Saudi Khalid Al-Falih mengatakan.

Minyak berjangka di New York telah naik 16 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan 11 negara lainnya sepakat untuk memangkas pasokan, tetapi reli di atas $ 55 per barel hanya berumur pendek di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga akan memacu lebih banyak produksi. Sementara produsen asal Timur Tengah telah mengisyaratkan bahwa mereka berpegang teguh pada penurunan yang dijanjikan, AS baru-baru ini menaikkan perkiraan produksi-nya untuk tahun ini.

Minyak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik 27 sen menjadi $ 52,64 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 13:00 siang, ketika perdagangan dihentikan untuk hari ini. Tidak ada settlement pada hari Senin karena pasar saham libur untuk menghormati Martin Luther King Jr. Jumlah volume perdagangan sekitar 74 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak WTI kehilangan 64 sen menjadi $ 52,37 per barel pada hari Jumat.

Minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 41 sen, atau 0,7 persen, ke $ 55,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan di $ 2,43 lebih besar dari WTI untuk bulan yang sama. Minyak mentah acuan global turun 56 sen, atau 1 persen, ke $ 55,45 pada hari Jumat dan 2,9 persen selama seminggu – penurunan terbesar sejak November.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s