Hati-Hati Gejolak “Hard Brexit” Masih Menghantui

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, GBPUSD sempat terperosok dalam lebih dari 1,6% atau lebih dari 200 pip pada pembukaan sesi Asia, Senin akibat isu hard Brexit sebelum kembali rebound. Diprediksi level GBPUSD bisa lebih rendah di pekan-pekan mendatang.

 “Bahkan jika pound pulih sedikit di London, tampaknya  hard Brexit belum tercermin di harga saat ini. Sangat sulit di pekan-pekan mendatang bagi sterling untuk menghindari nilainya terus menurun menembus level rendah saat ‘flash crash’ Oktober lalu ,” ujar Sean Callow, analis forex di Westpac Banking Corp. yang berbasis di Sydney.

Pada saat penulisan GBPUSD diperdagangkan di 1.2025 atau terpangkas 170 pip (1,43%) dari posisi  1.2195 pada penutupan akhir pekan lalu.

Pound sempat menyentuh di bawah $1.20 untuk pertama kalinya sejak peristiwa crash Oktober lalu, setelah tersiar berita dari koran ternama bahwa Perdana Menteri Theresa May memberi sinyal segera lepas dari pasar tunggal Uni Eropa dan mengambil alih kontrol perbatasan dan hukum di wilayahnya sendiri.

Sterling melorot terhadap enam mata uang utama global lainnya setelah Sunday Times menyiarkan kabar  May sedang mempersiapkan penarikan Inggris dari Uni Eropa untuk membatasi imigran dan menjalin kesepakatan komersial dengan negara lain tanpa melibatkan Uni Eropa. Pejabat pemerintah mengatakan akan ada pernyataan resmi pada Selasa besok dengan harapan akan adanya “koreksi pasar” setelah keluar pernyataan resmi.

 Sterling telah terkoreksi 19 persen terhadap dolar AS sejak referendum Juni 2016. Pasar khawatir terhadap hard Brexit.

Pasar finansial langsung dikejutkan penurunan GBPUSD hingga 200 poin begitu perdagangan Senin (16/1/2017) dibuka. Kemungkinan terjadinya Hard Brexit memberikan tekanan kurs poundsterling, begitu juga pada bursa saham Asia.

Pemerintah Inggris diperkirakan akan kalah dalam pengadilan mengenai Brexit, dan harus mendapat persetujuan Parlemen Inggris untuk memulai proses keluar dari Uni Eropa secara resmi.

Selain itu dilaporkan akan ada tuntutan hukum baru untuk Brexit. Pihak yang mengajukan tuntutan tersebut beranggapan Pasal 50, undang-undang yang mengatur keluarnya anggota dari Uni Eropa, dapat dibalik jika warga Inggris merubah keinginan untuk keluar dari Uni Eropa.

Ketidakpastian akan proses Brexit akan membayangi pergerakan pasar hari ini, GBPUSD berpotensi melanjutkan penurunan, sementara mata uang safe haven seperti yen kemungkinan akan menguat. Volatilitas pasar juga dapat meningkat meski tidak ada data ekonomi penting yang dirilis hari ini.

Emas yang menyangdang status safe haven juga menguat di awal perdagangan, dan bergerak di atas $1.200 per troy ons. Logam mulia ini memiliki potensi untuk terus bergerak naik jika bursa saham Eropa juga melemah.

Volatilitas pasar juga dapat meningkat meski tidak ada data ekonomi penting yang dirilis hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s