Menguatnya Minyak Di Sesi Asia | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Minyak menguat untuk hari kedua setelah data industri mingguan menunjukkan stok minyak mentah AS menurun dan OPEC menegaskan bahwa kepercayaannya terhadap Rusia yang akan bekerja sama dengan kesepakatan untuk memangkas pasokannya.

Kontrak naik sebanyak 1,3 % di New York setelah menguat 0,7 % pada hari Selasa. Persediaan minyak mentah AS turun 3,8 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Data pemerintah hari Rabu diperkirakan menunjukkan stok meningkat. Tidak ada kemungkinan untuk Rusia akan menarik diri dari kesepakatan untuk memangkas produksi, kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo kepada wartawan di sebuah konferensi di London.

Harga minyak berfluktuasi mendekati level US $ 50 per barel di tengah ketidakpastian tentang apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak akan dapat menerapkan kesepakatan untuk mengurangi pasokan ketika mereka mengadakan pertemuan resmi pada bulan November. Sebuah komite OPEC akan bertemu pada akhir bulan ini untuk mencoba dan menyelesaikan perbedaan atas berapa banyak masing-masing anggota harus memompa produksinya. Barkindo akan bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Senin mendatang.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, yang berakhir hari Kamis, naik sebanyak 66 sen ke level $ 50,95 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 50,76 pada pukul 12:53 siang waktu Hong Kong. Kontrak berada lebih tinggi 35 sen ke level $ 50,29 pada hari Selasa. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 5 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Desember menguat sebanyak 67 sen atau 1,3 %, ke level $ 52,35 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak pada hari Selasa meningkat 16 sen menjadi $ 51,68. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 1,07 premium dibandingkan minyak WTI untuk bulan Desember.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan November diperdagangkan pada USD50.75 per barrel pada waktu penulisan, menurun 0.91%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD50.70 per barrel. Minyak metahkemungkinan akan mendapat support pada USD49.47 dan resistance pada USD51.14.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0.07% dan diperdagangkan pada USD97.81.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Desember naik 0.87% dan diperdagangkan pada USD52.13 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brentdan Minyak metah berada pada USD1.38 per barrel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s