Akhir Hayat Thomas Alva Edison

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, hari ini 85 tahun yang lalu Thomas Alva Edison tutup usia. Ia mengembuskan napas terakhir di rumahnya di kawasan West Orange, New Jersey, Amerika Serikat pada 18 Oktober 1931.

Edison sendiri dikenal sebagai penemu bola lampu. Nyatanya, fisikawan genius ini melahirkan berbagai inovasi sepanjang hidupnya.

Lahir di Desa Milan, Ohio, pada 11 Februari 1847, Edison kecil hanya sedikit mendapatkan pendidikan formal yang pada masa itu diwajibkan bagi seluruh orang Amerika. Di usia yang amat muda pula Edison mulai mengalaim gangguan pendengaran.

Alih-alih patah arang, keterbatasan fisik ini justru menjadi motivasi Edison untuk menjadi penemu. Pada usia 16 tahun, Edison mendapat pekerjaan pertamanya sebagai operator telegraf. Pekerjaan tersebut memberi “ilham” pada Edison untuk menyempurnakan sistem telegraf tersebut.

Edison mulai fokus mencurahkan seluruh waktunya demi melahirkan berbagai penemuan pada 1869. Kemudian pada 1876, ia pindah ke laboratorium yang juga merupakan bengkel mesin di Menlo Park, New Jersey.

Intuisinya yang kuat mengarahkan Edison dalam melakukan berbagai percobaan. Meski demikian, pikirannya selalu terbuka menerima bantuan dan masukan dari para ahli di bidang matematika dan teknis; dua area yang kurang dikuasainya. Setahun kemudian, lahirlah penemuan pertamanya, fonograf. Di saat yang sama ia juga mengerjakan inovasi telefon untuk berkomunikasi.

Walaupun fonograf membuat namanya terkenal, Edison tidak puas dengan satu penemuan saja. Ia selama beberapa kali terus mengembangkan penemuannya dan pada 1879 hingga berhasil menciptakan bola lampu. Pada akhir 1880-an, Edison menciptakan kamera film dan proyektor. Pada 1887, Edison membuka laboratorium riset industri pertama di dunia di West Orange. Di fasilitas ini, ia mempekerjakan puluhan pegawai yang bekerja secara sistematis untuk meneliti berbagai subjek tertentu.

Bisa jadi hasil kerjanya yang paling dipuji hingga kini adalah di bidang kelistrikan. Edison berhasil menciptakan sistem distribusi listrik, membangun pembangkit listrik pertama dunia di Kota New York, membuat baterai alkaline, membangun jalan raya bertenaga listrik dan inovasi lainnya berbasis energi listrik.

Bahkan ketika berusia senja, Edison terus melakukan penemuan. Tak heran saat berusia 80 tahun, ia tercatat memiliki 1.093 paten. Pada 18 Oktober 1931, Edison menghembuskan napas terakhir ketika berada di rumahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s