Trik Penipuan Dimas Kanjeng Terbongkar | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Satu per satu rekayasa Dimas Kanjeng Taat Abadi terbongkar. Kesaktian tersangka pembunuhan dan penipuan itu ternyata palsu belaka. Rekayasa ini justru diungkap oleh pengikut Dimas Kanjeng sendiri.

Para pengikut akhirnya membongkar rekayasa itu karena kecewa berat setelah sadar ditipu mentah-mentah oleh Dimas Kanjeng. Junaidi (50), mantan pengikut Dimas Kanjeng, misalnya menyebut kesaktian Dimas Kanjeng mendatangkan uang gaib hanya pepesan kosong.

Saat itu, dia mendapat cerita dari Ismail Hidayah (43) bahwa untuk mendapatkan simpati, Dimas Kanjeng mengirim uang 2 koper ke rumah Marwah Dauh Ibrahim, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang saat ini menjadi ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng. Uang tersebut diklaim muncul secara gaib di rumah Marwah pada malam hari. Padahal, kata Junaidi, bukan datang secara ghaib melainkan diantar secara sembunyi-sembunyi.

Bukan hanya uang, aksi Dimas Kanjeng bagi-bagi emas batangan juga disebut rekayasa. Ini terungkap saat para korban menguji keasliannya di Toko Emas. Sedangkan soal kegemaran Dimas Kanjeng foto bareng bersama pejabat, polisi menegaskan tindakan itu juga dinilai hasil rekayasa. Hal ini dilakukan untuk memuluskan penipuan Dimas Kanjeng semata.

Marwah Daud Ibrahim sangat yakin Dimas Kanjeng bisa mendatangkan uang secara ghaib dari dimensi lain. Ia menyebut kemampuan itu merupakan karomah. Namun Junaidi (50), bekas pengikut asal Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, menelanjangi klaim tersebut.

Menurut Junaidi, aksi Dimas Kanjeng mendatangkan uang secara ghaib hanya rekayasa.Junaidi menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng pada tahun 2011 lalu, kemudian keluar 4 tahun kemudian. Dia kenal padepokan dari Ismail Hidayah, eks pengikut asal Wringin Anom, Kecamatan Panaruksan, Situbondo, yang ditemukan menjadi mayat pada Februari 2015 lalu. Dimas Kanjeng menjadi tersangka pembunuhan ini.

Junaidi pernah mendapat cerita dari Ismail bahwa untuk mendapatkan simpati, Dimas Kanjeng mengirim uang 2 koper ke rumah Marwah Dauh yang saat ini menjadi ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng. Uang tersebut diklaim muncul secara gaib di rumah Marwah pada malam hari. Padahal, kata Junaidi, bukan datang secara ghaib melainkan ada yang mengantarkannya secara sembunyi-sembunyi.

“Almarhum Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin,” terang Junaidi saat kembali melapor ke Mapolres Probolinggo melengkapi berkas laporannya, Minggu (2/10/2016).

Uang sebanyak 2 koper itu diletakkan di teras rumah Marwah pada malam hari saat Marwah tidur. Setelah uang itu berada di rumah Marwah, pria bernama asli Taat Pribadi ini menghubungi Marwah untuk mengecek uang di depan teras rumahnya.

“Taat Pribadi menelepon Bu Marwah, kalau uangnya sudah muncul secara gaib di rumahnya. Padahal Ismail lah yang meletakkan uang itu,” ujar Junaidi.

Uang 2 koper itu bukan uang palsu melainkan asli. “Nominalnya miliaran rupiah,” ungkap Junaidi.

Marwah Daud saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum bisa berkomentar banyak. Ia mengaku ada acara keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Dia membantah melalui pesan singkat (SMS). “Setahu saya tidak pernah,” katanya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, hingga saat ini kepolisian masih memeriksa keaslian dari uang yang disebut digandakan oleh Dimas Kanjeng.

Dimas Kanjeng membagi-bagikan emas batangan kepada para pengikutnya. Gambar di emas batangan itu beragam. Ada yang bergambar Bung Karno hingga emas bergambar Palu Arit.

“Emas batangan ini milik korban. Emas ini pemberian dari tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (30/9/2016).

Emas batangan itu diketahui palsu. Selain emas batangan, pengikut Dimas Kanjeng yang sudah menyetorkan uang juga ada yang mendapatkan kantong ajaib. Kantong itu berisikan perhiasan emas seperti gelang dan kalung.

“Semuanya itu palsu. Korban sudah mengecek perhiasan di toko emas. Hasilnya palsu, dan diambil isi di kantong ajaib itu juga bisa habis,” tuturnya.

Muhammad Najmur, salah satu korban menceritakan pernah mengantarkan ibunya ke Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Saat itu dia bersama keluarganya membawa 5 koper yang masing-masing berisikan uang Rp 2 miliar.

Setelah menyerahkan uang miliaran rupiah, mereka hanya mendapatkan segepok kertas yang dipotong ukurannya menyerupai ukuran uang kertas, emas batangan, hingga air yang disebut untuk pengobatan. Saat berada di padepokan, Najmur bertemu dengan Dimas Kanjeng dan diminta meyakini ilmu menggandakan uang. “Saya disuruh yakin, tapi tidak bisa yakin,” ujar Najmur.

Saat itu pihak keluarga diberikan tumpukan kertas HVS warna putih polos yang potongannya menyerupai uang. Namun kertas tersebut tidak pernah berubah menjadi uang seperti yang dijanjikan Dimas Kanjeng.

Najmur mengatakan, emas batangan tersebut juga sudah diuji di toko emas di Makassar. “Sudah diuji, tapi palsu semua,” kata dia.

Atas tudingan itu, Dimas Kanjeng menegaskan emas itu asli. “Siapa bilang emas batangan palsu? Nggak palsu, asli,” kata Dimas Kanjeng Taat Pribadi usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Sebuah kalender yang berisi foto-foto Dimas Kanjeng dengan sejumlah pejabat terpasang di padepokan. Mulai dari Presiden Joko Widodo sampai Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo muncul dalam foto tersebut. Benarkah para pejabat penting itu memang berfoto dengan Dimas Kanjeng?

“Bisa saja, foto-foto atau banner Dimas Kanjeng bersama sejumlah pejabat yang terpampang di area padepokan hanya hasil rekayasa,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin di ruang kerjanya, Rabu (28/9/2016). Arman tidak menyebut nama pejabat yang ada di foto bersama Dimas Kanjeng.

“Tidak ada santri dari kalangan pejabat, termasuk petinggi Polri dan TNI. Jadi bisa saja foto itu hanya untuk kepentingan tertentu,”

Polres Probolinggo berharap orang yang merasa dirugikan oleh padepokan Dimas Kanjeng melapor ke polisi terdekat.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah mengklarifikasi fotonya bersama Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang beredar di media sosial. Gatot mengaku siapa saja kerap meminta berfoto bersama dirinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s